
Universitas Galuh (Unigal) secara resmi menjalin kerja sama akademik internasional berskala besar dengan Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM).
Kemitraan strategis ini diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional dengan skema khusus bernama Collaborative Community Service Excellence.
Melalui rilis pers yang diterima redaksi, agenda kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh dan UTHM ini difokuskan pada penguatan kompetensi pedagogik guru.
Program lintas negara tersebut dilaksanakan melalui proyek bertajuk Empowering Eco-Literacy through Green Pedagogy in Mathematics Learning Based on Conservation Issues.
Sesuai dengan nama programnya, fokus utama dari kegiatan ini adalah melatih para guru untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan ke kurikulum matematika.
Melalui skema kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini, pembelajaran matematika yang selama ini dianggap kaku diubah menjadi lebih kontekstual.
Ringkasan Berita
Penguatan Eco-Literacy Lewat STEAM-H
Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Yoni Sunaryo, M. Pd., menjelaskan bahwa program internasional ini sengaja dirancang secara matang dan komprehensif.
Ia memaparkan bahwa implementasi kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini merupakan bagian dari akselerasi internasionalisasi tridarma perguruan tinggi di Unigal.
“Kami mengombinasikan tiga pilar utama sekaligus, yaitu pengembangan model pembelajaran matematika, pengabdian masyarakat global, serta target luaran publikasi ilmiah,” ujar Yoni.
Metode yang diterapkan tim pengabdi dalam kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh tersebut mengandalkan perpaduan antara konsep Green Pedagogy dan pendekatan STEAM-H.
Sebagai informasi, STEAM-H merupakan akronim dari Science, Technology, Engineering, Arts, Mathematics, and Humanity yang diselaraskan dengan isu-isu konservasi lingkungan alam.
Melalui formula baru ini, guru dituntut mampu menghadirkan contoh soal matematika yang berkaitan langsung dengan masalah pemanasan global dan sampah.
Langkah konkret dari pelaksanaan kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap pembangunan berkelanjutan sejak dini.
Sebelum terjun langsung ke lapangan, kedua belah pihak telah melaksanakan serangkaian persiapan teknis yang dilakukan secara daring dari instansi masing-masing.
Tim dosen Unigal dan UTHM bersinergi menyusun perangkat pelatihan yang meliputi modul pembelajaran hijau, video instruksional, hingga instrumen evaluasi terukur.
Seluruh perangkat untuk kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh tersebut dikembangkan secara khusus berdasarkan hasil analisis kebutuhan nyata sekolah mitra di Malaysia.
Hal ini dilakukan agar materi yang diajarkan tetap relevan dan dapat diaplikasikan secara efektif, baik dalam sistem kurikulum Indonesia maupun Malaysia.
Kunjungan Delegasi dan Penandatanganan IA
Sebagai langkah validasi perangkat, tim delegasi dari Universitas Galuh bertolak melakukan kunjungan akademik langsung ke kampus UTHM Malaysia Juni lalu.
Kunjungan resmi yang berlangsung pada 17–20 Juni 2026 tersebut menghasilkan kesepakatan krusial berupa penandatanganan dokumen Implementation Agreement (IA).
Dokumen hukum dalam kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini menjadi legalitas kuat untuk memperkokoh hubungan bilateral di bidang riset bersama.
Pihak manajemen UTHM Malaysia menyambut baik dan menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari visi besar mereka dalam memperluas jejaring global.
Pasca-kunjungan ke Malaysia, komitmen kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini langsung diimplementasikan melalui penyelenggaraan workshop nasional secara daring pada Juli 2026.
Agenda lokakarya daring tersebut disambut antusias dan diikuti oleh ratusan guru matematika dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Unigal, Angra Meta Ruswana, M.Pd., menuturkan bahwa kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini membuka ruang diskusi baru bagi para guru.
Dalam diklat tersebut, peserta difokuskan pada pemanfaatan media digital untuk mengajarkan konsep matematika berbasis pelestarian ekosistem hutan yang interaktif.
Rangkaian kegiatan workshop ini juga diisi dengan sesi simulasi pembuatan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang bernuansa lingkungan hidup.
Para peserta menilai kegiatan ini sangat membantu mereka dalam menyederhanakan materi matematika yang rumit menjadi lebih membumi bagi anak didik.
Melalui metode ini, eco-literacy para guru berhasil diperkuat sehingga mereka memiliki perspektif baru dalam mengajar di kelas masing-masing secara kreatif.
Capaian Publikasi Jurnal Internasional Bereputasi
Selain memberikan dampak praktis di sekolah, proyek kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh ini membuktikan kualitasnya dengan menembus ruang akademik global.
Angra Meta Ruswana, M.Pd. menambahkan, tim pengabdi sukses mengonversi hasil pengabdian masyarakat ini menjadi karya ilmiah utuh yang diakui dunia.
Karya ilmiah dari kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh tersebut diterbitkan dengan judul Green STEAM-H Pedagogy with Eco-Mathematical Literacy: A Developmental Framework.
Saat ini, artikel riset tersebut telah resmi rilis pada Interdisciplinary International Journal of Conservation and Culture (IIJCC) yang terindeks bereputasi.
Capaian luaran akademik ini menjadi bukti otentik bahwa kerja sama internasional Unigal tidak hanya sekadar formalitas, melainkan menghasilkan kontribusi keilmuan baru.
Melalui keberhasilan program ini, Universitas Galuh kembali menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan program-program inovatif yang berdampak luas bagi masyarakat dunia.
Pihak rektorat berharap kolaborasi green pedagogy Universitas Galuh dengan UTHM Malaysia ini menjadi pemantik utama bagi kerja sama internasional berikutnya di masa depan.
Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak lulusan dan tenaga pendidik yang adaptif serta siap menghadapi tantangan global di abad ke-21.





